Bogor — Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian sosial dan kemanusiaan melalui kolaborasi nasional bersama Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI). Komitmen tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan Webinar Nasional PABKI Peduli bertajuk “Dari Empati Menuju Aksi: Berkhidmat dan Berdoa untuk Sumatera”, sebagai upaya penggalangan dana dan solidaritas bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 07.45 WIB hingga selesai, ini diikuti oleh mahasiswa BKPI/BKI/BPI se-Indonesia, akademisi, serta praktisi bimbingan dan konseling. Webinar diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube ngajikonselingbypabki, sehingga memungkinkan partisipasi luas dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, BKPI IUQI Bogor berperan aktif tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak utama pengabdian akademik berbasis empati sosial. Salah satu kontribusi penting datang dari Ketua Program Studi BKPI IUQI Bogor, Nuraini, M.Pd., yang turut menjadi panelis dengan membawakan materi bertema kesehatan mental generasi muda (Gen Z) dalam konteks bencana, tekanan sosial, dan era digital.

Dalam paparannya, Nuraini, M.Pd. menekankan bahwa Gen Z merupakan generasi digital native yang memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental, terutama kecemasan dan depresi pascapandemi. Paparan media sosial yang berlebihan, tekanan akademik, bullying daring, serta keterbatasan akses layanan kesehatan mental menjadi faktor risiko yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, peran layanan Bimbingan dan Konseling Islam dinilai strategis dalam membangun ketahanan mental, literasi emosi, serta nilai-nilai spiritual sebagai faktor pelindung.

Webinar Nasional PABKI Peduli dikemas dalam format panel reflektif, dialog lintas kampus, serta doa bersama, dengan menghadirkan para pakar BKI/BPI dan kesehatan mental dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh peserta berkontribusi melalui tiket partisipasi minimal Rp10.000, di mana seluruh hasil pendaftaran didonasikan sepenuhnya untuk membantu korban bencana di Sumatera.

Selain sebagai wujud solidaritas kemanusiaan, kegiatan ini juga memberikan manfaat akademik berupa sertifikat setara 5 JP, peningkatan wawasan keilmuan, serta penguatan jejaring nasional mahasiswa dan dosen BKPI/BKI/BPI.

Melalui kegiatan ini, BKPI IUQI Bogor menegaskan jati dirinya sebagai program studi yang unggul dalam keilmuan, sekaligus responsif terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan. Sinergi antara empati, ilmu, dan aksi nyata yang ditunjukkan dalam Webinar Nasional PABKI Peduli menjadi cerminan pengabdian sivitas akademika BKPI IUQI Bogor untuk bangsa dan kemanusiaan.