Bogor — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IUQI Bogor kembali menggelar agenda pengembangan karakter mahasiswa melalui kegiatan Diklat Keakraban Tarbiyyah (DIKARA) I. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat Literasi Pendidikan Mahasiswa FTIK IUQI Bogor, baik dari aspek akademik, sosial, maupun kepemimpinan mahasiswa.
Kegiatan Diklat Keakraban Tarbiyyah (DIKARA) I FTIK IUQI Bogor menghadirkan narasumber utama Dr. Ahmad Idhofi, S.Pd.I., M.Pd.I., dengan tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Literasi Pendidikan melalui Kesadaran Sosial dengan Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Persatuan.” Tema ini menegaskan pentingnya Literasi Pendidikan Mahasiswa FTIK IUQI Bogor sebagai fondasi pembentukan karakter dan intelektualitas mahasiswa.
Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FTIK IUQI Bogor, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI).
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Idhofi menjelaskan bahwa mahasiswa FTIK IUQI Bogor memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah tantangan revolusi industri 4.0 dan era digital society 5.0. Menurutnya, penguatan Literasi Pendidikan Mahasiswa FTIK IUQI Bogor harus diiringi dengan penguasaan kecakapan abad ke-21, seperti critical thinking, creativity, communication, dan collaboration.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa literasi pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan memahami teks akademik, tetapi juga kemampuan membaca realitas sosial, memiliki kepekaan terhadap problem masyarakat, serta berperan aktif dalam memberikan solusi yang konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Idhofi juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” Nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun kesadaran kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan DIKARA.
Sejalan dengan tujuan tersebut, Diklat Keakraban Tarbiyyah (DIKARA) I tidak hanya berfungsi sebagai sarana membangun keakraban antarmahasiswa, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter pemimpin muda yang berakhlak, visioner, dan siap mengabdi untuk kemaslahatan umat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta merespons materi yang disampaikan. Banyak peserta menilai bahwa DIKARA I memberikan perspektif baru mengenai pentingnya Literasi Pendidikan Mahasiswa FTIK IUQI Bogor, kesadaran sosial, serta peran mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai persatuan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FTIK IUQI Bogor menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai persatuan dan memperkuat pendidikan Islam. DIKARA I menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi pemimpin muda yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa melalui penguatan Literasi Pendidikan Mahasiswa FTIK IUQI Bogor.
Komentar Terbaru