Jakarta – Guna memperluas cakrawala akademik dan menyinkronkan teori perkuliahan dengan dunia praktik, mahasiswa BKPI IUQI Bogor menggelar kegiatan kuliah luar kelas yang edukatif. Langkah strategis ini diambil agar para mahasiswa dapat dalami metodologi penelitian secara langsung melalui kunjungan ke instansi pusat. Mahasiswa BKPI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IUQI Bogor semester 6 tersebut melaksanakan agenda kuliah lapangan ke Diktisaintek Risbang RI (Direktorat Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Riset dan Pengembangan) di Jakarta pada hari Kamis, 11 Juni 2026.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Kegiatan orientasi lapangan yang bernilai strategis ini diintegrasikan secara langsung dengan mata kuliah Metodologi Penelitian yang sedang ditempuh pada semester berjalan. Selama seluruh rangkaian kunjungan berlangsung, para mahasiswa BKPI IUQI Bogor didampingi secara intensif oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan, yaitu Irwan Maulana, M.Pd. Kehadiran dosen pendamping memastikan mahasiswa dapat mengamati secara sistematis bagaimana tata kelola riset nasional diterapkan di instansi tingkat pusat milik Republik Indonesia tersebut.
Melalui orientasi lapangan ini, mahasiswa BKPI IUQI Bogor semester 6 diharapkan mampu memperdalam pemahaman teknis mengenai perancangan metodologi riset yang valid, komprehensif, dan relevan sebelum mereka mulai menyusun tugas akhir berupa skripsi kelulusan. Pihak prodi menilai bahwa pemahaman langsung di lapangan akan memperkuat fondasi berpikir ilmiah secara signifikan, terutama dalam merancang instrumen penelitian yang kuat.
Ketua Program Studi BKPI IUQI Bogor, Nuraini, M.Pd., memberikan pandangan khusus serta dukungan penuh terhadap jalannya agenda luar kelas ini:
“Kuliah luar kelas ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa BKPI IUQI Bogor semester 6 untuk melihat langsung bagaimana ekosistem riset dan pengembangan teknologi dikelola di tingkat nasional melalui Diktisaintek Risbang RI. Di dalam mata kuliah Metodologi Penelitian, teori saja tidak cukup. Kita perlu melihat implementasi nyatanya agar memiliki standar berpikir kritis dan metodologis yang kuat. Kami berharap kunjungan ini dapat menginspirasi dalam melahirkan ide-ide penelitian yang inovatif dan solutif.”
Komentar Terbaru