BOGOR – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himpro) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Bogor (UIB / IUQI) sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif terpadu pada Rabu, 22 Juli 2026. Acara yang mengusung agenda Sosialisasi Bimbingan dan Konseling serta sesi interaktif Sharing and Caring tersebut bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Bogor dan berlangsung penuh antusiasme mulai pukul 08.00 hingga 10.45 WIB.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para santri serta generasi muda dengan pemahaman mendalam terkait pentingnya kesehatan mental, ketahanan diri (resiliensi), serta peran stratejik bimbingan konseling di era modern. Rangkaian acara menghadirkan dua pemateri ahli yang memberikan wawasan teoretis sekaligus pengalaman praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan remaja masa kini.

Pada sesi pertama, Muhammad Fikri Maulana, M.Psi., menyampaikan materi sosialisasi bertajuk “Membangun Investasi Resiliensi Remaja dalam Menghadapi Megatren Global”. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi di era disrupsi menghadirkan tantangan psikologis yang komplek bagi generasi muda. Oleh karena itu, pembentukan resiliensi—yakni kemampuan untuk bangkit dari kesulitan, mengelola stres, dan beradaptasi dengan perubahan—menjadi modal utama agar para santri dapat bertahan, berprestasi, dan tetap teguh memegang nilai-nilai Islami di tengah perubahan zaman.

Melengkapi sesi sosialisasi, agenda dilanjutkan dengan sesi Sharing and Caring yang dipandu oleh Ameliawati, S.Pd. Mengangkat tema “Bagaimana ya Tantangan dan Keseruan Menjadi Guru BK?”, narasumber membagikan kisah nyata serta dinamika di lapangan mengenai profesi Bimbingan Konseling. Beliau meluruskan stigma negatif yang kerap menganggap Guru BK sebagai “polisi sekolah”. Sebaliknya, beliau menegaskan bahwa pendidik BK adalah sahabat, fasilitator, dan pendamping tumbuh kembang siswa yang siap membantu mereka melewati masa-masa krisis perkembangan.

Para santri Pondok Pesantren Darussalam Bogor tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Hal ini terlihat dari aktifnya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab berlangsung.

Through penyelenggaraan kegiatan ini, Prodi BKPI IUQI Bogor berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan karakter dan ketahanan mental para santri. Selain memperluas wawasan peserta, acara ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang humanis di lingkungan lembaga pendidikan berbasis pesantren.